Cara Daftar Tes TOEIC di Jakarta

Standard

Hari rabu minggu lalu, aku ikut tes TOEIC di jakarta. Lebih tepatnya di lembaga ITC indonesia. ITC ini adalah lembaga resmi yang menyelenggarakan tes produk ETS di Indonesia. Salah satunya TOEIC.
Berhubung menurut teman aku mendapatkan skor tinggi di TOEIC itu lebih mudah daripada IELTS dan TOEFL, aku coba lah ikut tes TOEIC. Meskipun aku tinggal di bandung dan tes nya di jakarta, aku kejar juga tuh. Berpetualang untuk di tes, mencoba peruntungan, semoga bisa dapat skor yang cukup untuk LPDP.

Aku suka banget sama pelayanan dari ITC, karena prosedur nya cepat, mudah, pelayananya ramah, gedungnya enak, dan tempat tesnya kondusif.

Waktu aku mau daftar TOEIC, ada pengumuman beasiswa FAS 2015, yaitu beasiswa tugas akhir dari ITC, dan untungnya mahasiswa s2 juga boleh daftar FAS. Jadi aku ikut daftar FAS juga deh, lumayan kan, tes TOEIC nya jadi di diskon. Biaya tes TOEIC reguler itu 675ribu, tapi karena ikut FAS, aku bisa ikut TOEIC cuma bayar 300 ribu. Alhamdulillah…

Untuk daftar tes TOEIC nya, tinggal masuk ke web ITC di sini. Trus Create Account. Setelah login, pilih pendaftaran tes TOEIC reguler. Nah, setelah itu tinggal pilih jadeal dan lokasi tes yg tersedia. Kemarin aku pilih tes di gedung plaza sentral di Jl. jend. Sudirman jakarta pusat hari rabu jam 14.00. Setelah itu bayar lewat atm sesuai tagihannya. Scan Bukti pembayarannya dikirim lewat email. Tidak lama kemudian ada email konfirmasi pembayarannya.

Aku pilih tes di plaza sentral ini karena lokasinya yang sangat mudah di akses karena di pusat kota jakarta. Cara mencapai gedung plaza sentral dari tangerang: Aku berangkat dari tangerang jam 10.00 naik angkot ke kalideres, trus naik transjakarta ke arah kota. Bisa langsung naik bis 3A turun di halte bendungan hilir atau benhil. Tapi kemarin aku naik transjakarta koridor 3, turun di harmoni lalu naik tranjakarta koridor 1 ke arah blok M, turun di bendungan hilir. Nah, gedung plasa sentral itu ada di sebrangnya halte. Gampang banget kan? Jam 11 aja udh nyampe.

Berhubung waktu masih banyak, jd aku cari makan dulu.

Setelah makan, aku ke gedung plasa sentral lantai 17. Kantor ITC ada di sebelah kanan lift. Dsana kita perlu mengisi formulir pendaftaran ulang. Setelah itu tunggu sebentar sampai nama kita dipanggil. Kita perlu menunjukkan KTP asli dan bukti pembayaran. Kemudian kita akan di foto untuk di sertifikatnya. Makanya ketika tes itu dandan dulu yang cantik. Jangan kayak aku yg dateng kesana udah lusuh…

Sesuai jadwal, kita masuk ruang ujian dan dipinjam kan pensil, penghapus dan pulpen untuk mengisi lembar jawaban.

Soal TOEIC terdiri dari 100 soal listening dan 100 soal reading dengan waktu 2 jam.

15 menit setelah ujian, sertifikatnya udah bisa diambil. alhamdulillah skornya cukup baik…

Begitulah pengalaman aku tes toeic di jakarta…
#TOEIC #FAS2015

Agar Orang Lain Percaya Kamu Jago Bahasa Inggris

Standard

Zaman sekarang bahasa inggris sudah menjadi hal yang wajib kita kuasai. Aku sudah merasakan banyak manfaat (dan juga kebingungan) berkomunikasi dalam bahasa inggris. Sebagai mahasiswa, aku dituntut untuk banyak membaca literatur berbahasa inggris. Kenapa? Jelas karena sumber ilmu itu tidak hanya dari Indonesia. Hampir semua buku teks yang digunakan di bangku kuliah ditulis dalam bahasa inggris karena pengarangnya pun orang asing, belum banyak penulis buku teks kuliah yang dari Indonesia. Selain itu ketika melakukan penelitian, referensi jurnal-jurnal yang ada pun di terbitkan dalam bahasa inggris. Kita harus terbiasa membaca teks bahasa inggris dan memahami isinya.

Apa cukup dengan kemampuan membaca? Tentu tidak. Kita juga harus bisa menulis, mendengarkan dan berbicara dalam bahasa inggris. Ketika ingin mempublikasikan hasil penelitian kita, kita hatus menulis jurnal berbahasa inggris agar kalangan pembaca menjadi luas, bukan hanya dari Indonesia. Selain itu, kita juga perlu mempresentasikan hasil penelitian kita dan menjalin kerja sama dengan universitas di luar negri.

Aku sendiri saat ini sedang mengerjakan tesis dengan bantuan dari salah seorang profesor jepang. Karena profesornya tidak bisa bahasa indonesia dan aku pun tidak bisa bahasa jepang, bahasa inggris adalah satu satunya jembatan yang bisa membuat kami bisa berkomunikasi. Itu salah satu contoh manfaat bahasa inggris yang aku rasakan di bidang pendidikan. Aku yakin di bidang lain pun, bahasa inggris menjadi hal yang sangat penting. Bukan hanya untuk sekolah, pada saat bekerja pun kita harus bisa bernegosiasi dalam bahasa inggris untuk bisa memperluas jaringan bisnis.

Nah, sekarang bagaimana caranya orang lain percaya kalau kita ini cukup fasih berbahasa inggris sehingga kita ini mampu untuk bekerja atau melanjutkan pendidikan dengan baik?

“Wawancara aja pake bahasa inggris atau lihat akun social media gue tuh, gue biasa nulis status pake bahasa inggris kok”

Hadeuh… masa mau bilang begitu?

Penyeleksi tidak akan punya cukup waktu untuk memperhatikan status galau kamu di sosmed atau mewawancarai semua pendaftar. Maka dari itu, persyaratan kemampuan bahasa inggris biasanya hanya dalam bentuk sertifikasi dari lembaga yang sudah diakui, salah satunya dari Education Testing Services (ETS).

ETS mengeluarkan beberapa jenis tes sertifikasi bahasa inggris yaitu TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dan TOEIC (Test of English for International Communication). Aku pernah mengikuti tes TOEFL ITP dan TOEIC. Terdapat beberapa perbedaan antara TOEFL ITP dan TOEIC. Menurut aku, soal-soal TOEFL lebih ke arah tujuan akademik kalau kita kuliah di negara berbahasa inggris. Kalau TOEIC lebih ke arah bahasa komunikasi sehari-hari untuk terima telepon dan surat. Kasarnya nilai TOEFL yang tinggi menunjukan kita bisa tinggal di negara asing, kalau TOEIC menunjukan kita bisa komunikasi sama orang asing di negara kita sendiri. Itu menurut aku ya…

Aku sudah pernah ikut tes TOEFL ITP di beberapa tempat di bandung yaitu di BLCI dan di ITB, tapi tes TOEIC merupakan hal baru buat aku. Tanggal 23 September lalu pertama kalinya aku ikut tes TOEIC di itc-indonesia di jakarta. Pengalaman aku ikut tes TOEIC aku tulis di sini. Menurutku, tes TOEIC lebih universal, banyak perusahaan yang mensyaratkan tes TOEIC untuk bekerja disana, untuk kuliah pun, banyak negara seperti jepang dan australian menerima TOEIC, untuk mendaftar LPDP pun kita bisa menggunakan TOEIC. Tapi entah kenapa di indonesia TOEFL PBT yang skornya 500an itu lebih populer. padahal TOEFL PBT sudah dihapuskan oleh ETS, digantikan dengan TOEFL iBT. Sedangkan TOEFL ITP seharusnya hanya berlaku di institusi yang menerbitkannya saja. Disamping itu, TOEIC lebih mudah menurtku. Hehe… karena vocabulary nya lebih familiar buatku meskipun jumlah soalnya lebih banyak dari TOEFL.

Jadi sudah siap pamer seberapa jago kamu berbahasa Inggris?

#TOEIC #FAS2015

Informasi Fasttrack ITB Terbaru 2015

Standard

Tahun 2015 ini ITB kembali memberikan fasilitas skema percepatan studi untuk S2 yang dikenal sebagai fast track. Sebelumnya saya sudah jelaskan di post sebelumnya.

Ada yang sedikit berbeda tahun ini. Yakni skema beasiswa yang diberikan untuk mahasiswa fasttrack. Tahun 2014 lalu, seluruh mahasiswa fasttrack menjadi prioritas utama untuk direkomendasikan menjadi penerima beasiswa fresh graduate dari Dikti. Tahun 2015 sekarang beasiswa fresh graduate ditiadakan karena hampir seluruh jenis beasiswa dialihkan menjadi lpdp termasuk beasiswa fresh graduate. Maka dari itu, mahasiswa fast track ITB diberi opsi beasiswa lain yakni beasiswa Voucher ITB.

Beasiswa Voucher ITB diberikan kepada mahasiswa ITB. (Ya iyalaaah)….

Beasiswa voucher ini membebaskan beban biaya kuliah. Lumayan lah.. kuliah gratis..

Beasiswa Voucher ini mewajibkan awardee nya menjadi asisten dosen, baik sebagai grader, tutor atau asisten peneliti.
Maka dari itu, di formulir pendaftaran nya ada pernyataan bahwa kita sanggup menjadi asisten suatu mata kuliah yang disetujui oleh dosennya. Dosen yang kita asisteni sebenarnya boleh siapa saja, tidak harus dosen pembimbing. Tapi dosen pembimbing kan yang paling mengerti kita (ceilaaah), jadi minta persetujuannya kan lebih gampang.

Beasiswa voucher ini bisa kita apply meskipun kita sudah menjadi mahasiswa ITB (on going). Misalnya aku sudah kuliah di ITB selama setahun dengan biaya sendiri, kemudian aku mendapatkan beasiswa voucher, maka aku bisa bebas biaya kuliah selama 2 semester berikutnya.

Memang beasiswa voucher ini tidak sebebas beasiswa fresh graduate yang aku peroleh (aku masih dapat jatah besiswa kuliah hingga juli 2016). Tapi aku pikir, menjadi asisten dosen juga tidak akan rugi, karena selain kita mendapat pengalaman baru menjadi peneliti atau pengajar tutorial, kita bisa menjadi lebih dekat dengan dosen dosen dan dapat salary juga di akhir semester. Tidak banyak, tapi lumayan buat nambah ongkos liburan.

Memang beasiswa yang paling enak itu LPDP, bebas biaya kuliah, dapat uang saku yang cukup besar, biaya riset pun dikasih. sayangnya untuk mendaftar LPDP maksimal 6 bulan sebelum kuliah dimulai. Sedangkan mahasiswa fasttrack itu sangat sedikit waktunya. Bulan juni sidang, juli wisuda, agustus harus sudah mulai kuliah. Bahkan ada juga mahasiswa fasttrack yang sudah daftar ulang untuk menjadi mahasiswa s2 di bulan agustus, tapi wisuda s1 di bulan oktober. Jadi dia punya dua kartu mahasiswa dan dua NIM (bisa curang klo ada promo pelajar. Haha… )

Alhamdulillah ITB selalu memprioritaskan beasiswa untuk mahasiswa fasttrack. Apapun bentuknya. Jadi tenang saja, jangan ragu ragu mengikuti program fasttrack hanya karena masalah biaya.

Untuk tesis pun ada bantuan dana kegiatan mahasiswa. Untuk mahasiswa S2 bisa mendapatkan hingga 2,5juta rupiah. Lumayan juga kan.

Meskipun begitu, semoga kedepannya pemerintah bisa lebih memperhatikan prosedur beasiswa yang lebih friendly untuk mahasiswa fasttrack Karena sebenarnya mahasiswa fasttrack pun memenuhi kualifikasi LPDP.

Kami mahasiswa fasttrack kuliah s2 dupercepat bukan main main, kami belajar mata kuliah s2 lebih awal, berbarengan dengan mengerjakan tugas akhir s1. Performa belajar kami dipantau sejak tingkat 3. Menjadi mahasiswa fasttrack itu sulit dan melelahkan. Semoga tidak dipersulit dari masalah finansial juga. Justru perlu dukungan fasilitas belajar dan lingkungan yang baik..

Semoga fasttrack ITB kedepannya jauh lebih baik

selamat belajar…!

Chapter #2 Persiapan Keberangkatan (1)

Standard

Pengumuman Penerima Beasiswa Friendship Scholarship Jepang

Akhirnya tanggal 17 juli aku dapet email ini setelah sebulan menunggu

image

Setelah itu, aku bilang kalau aku mau ke sana pertengahan oktober sampai akhir februari.
Aku memilih periode ini soalnya tanggal 10 oktober sepupu aku nikah dan aku udah dibeliin seragam (ga penting banget alesannya) terus pertengahan maret itu deadline tesis aku. Aku pengen selama mungkin disana, tapi ga mau nilai tesis aku E. Semoga ini pilihan yang terbaik. Inilah enaknya friendship scholarship, periode dan waktunya kita bisa atur sendiri suka suka… haha…

Pada saat menerima email itu sebenarnya aku punya banyak kekhawatiran. Terutama masalah biaya. Banyak yg bilang beasiswa manbukagusho yang ¥147ribu aja pas pasan banget, apalagi aku cuma dapet ¥100ribu. Dan lagi aku harus bayar tuition fee yang hampir ¥30ribu. Entahlah… semoga ada jalan nya aja. Tinggal berdoa, semoga dimudahkan Allah.

Friendship Scholarship Kyushu University

Standard
Friendship Scholarship Kyushu University

Sudah lebih dari sebulan aku mendapat pemberitahuan kalau aku berhasil mendapatkan beasiswa friendship dari Kyushu university, Fukuoka, Jepang. Beasiswa ini sebenarnya merupakan bagian dari beasiswa JASSO. Beasiswa ini memberikan aku kesempatan untuk bisa belajar di jepang selama 4.5 bulan dengan mendapatkan biaya hidup sebesar ¥100ribu atau sekitar 11 juta rupiah. Namun sayangnya karena aku apply di universitas kyushu fakultas teknik yang tidak memiliki MoU atau kerja sama luar negri dengan FMIPA ITB, aku perlu membayar tuition fee sebesar ¥27.900/Bulan. Lebih lengkap tentang friendship scholaeship kyushu university bisa dilihat disini.

image

Beasiswa JASSO memberikan beasiswa untuk pelajar asing yang belajar di jepang selama 15hari hingga 1 tahun. Beasiswa yang diberikan untuk undergraduate student adalah ¥80ribu/bulan dan ¥100ribu/bulan untuk graduate student

Ini merupakan kesempatan keduaku untuk bisa pergi ke Jepang setelah bulan januari 2013 lalu aku bisa main ke kanazawa university selama 15 hari. Karena waktu ke kanazawa aku belum mempunyai gadget yang bagus untuk dokumentasi perjalananku, sekarang Aku merasa aku perlu mendokumentasikan perjalanan aku. Makanya aku berusaha mengingat apa saja yang sudah aku lakukan dan aku peroleh sejauh ini. Bismillah…
Semoga bermanfaat…

Chapter #1 : Persiapan Pendaftaran

Aku adalah mahasiswa fasttrack. Tujuanku sebenarnya hanya ingin lulus sesegera mungkin. Aku tidak pernah bermimpi untuk ikut program ini itu yang sekiranya akan menunda kelulusanku. Tapi pembimbingku tidak berkehendak demikian. Beliau pikir, untuk apa lulus cepat tapi minim pengalaman. Jadi beliau mengenalkanku pada salah seorang professor kyushu university dan menawarkan beasiswa friedship scholarship ini. Perkenalan pertama ini terjadi pada bulan oktober 2014 lalu. Aku tidak terlalu memikirkan hal ini karena pada saat itu aku masih banyak kuliah dan tugas tugas lainnya. Sampai akhir desember 2014 pembimbingku menyuruhku untuk menyiapkan dokumen aplikasi beasiswa ini. Tapi aku terlambat untuk mendaftar di periode desember. Sehingga pembimbingku menyarankan aku untuk mempersiapkan persyaratannya lebih baik untuk periode juni tahun berikutnya.

Kyushu university membuka pendaftaran friendship scholarship dua kali dalam setahun:
Periode pendaftaran desember untuk keberangkatan april dan
Periode pendaftaran juni untuk keberangkatan bulan oktober

Mulai bulan januari, aku mulai lupa dengan beasiswa ini karena kuliah sudah mulai berjalan lagi. Tapi pembimbingku terus mengingatkan untuk belajar bahasa inggris karena toefl aku pada saat itu hanya 507 sedangkan syarat untuk mendaftar beasiswa luar negri rata-rata membutuhkan nilai toefl 550. Rasanya sulit sekali mencapai angka itu. Aku sudah berkali kali ikut tes toefl sebelumnya hasilnya 467, 496, 497. Skor 507 adalah skor yang terbaik yang bisa aku dapat. Seandainya aku dapat skor 507 pada bulan juni 2014 mungkin aku bisa dapat LPDP tidak menjadi miskin beasiswa seperti sekarang.

Aku mulai belajar toefl setiap hari dan ikut kursus semi intensif toefl di UPT BAHASA ITB. Biayanya 1.800.000 untuk 3 bulan, 3 hari belajar per minggu @3 jam. Ini kursus paling murah dan paling intens dari semua kursus toefl.
Skor ku setiap latihan tes semakin membaik. Jadi aku mengambil tes toefl sebelum kursus berakhir, tapi hasilnya hanya 527. Saat menerima skor itu rasanya aku sudah lemas sekali, ingin menangis. Itu pada bulan maret. Padahal professor kyushu sudah mengharapkan skor toefl ku cukup pada bulan april.

Pada akhir maret aku tes toefl terakhir. Aku sudah berkomitmen untuk tidak mengulang tes lagi. Karena sudah banyak sekali uang yang kuhabiskan untuk tes toefl. Tes ku kali ini harus benar benar bagus.

Hasil toefl nya baru keluar 3 minggu kemudian. Alhamdulillah hasilnya pas sekali, 550…
55 untuk listening, 55 untuk reading dan 55 untun structure. Pas pasan sekali untuk mendaftar beasiswa. Aku cukup senang dengan hasilku ini. image

Berikutnya aku langsung menghubungi professor ku dsana untuk mempersiapkan persyaratan lainnya.

Persyaratan aplikasi Friendship Scholarship:
1. Sertifikat toefl asli min 550
2. Formulir pendaftaran
3. Essay tentang motivasi belajar ke jepang
4. Research plan
5. Transkrip akademik
6. Rekomendasi pembimbing
7. Rekomendasi kepala jurusan atau fakultas
Semua dokumen dikirimkan via email dan pos
8. Wawancara dengan professor via skype

Yang penting kita sudah menghubungi professornya, belai pasti akan membantu untuk membuat research plan nya. Format dokumennya pun akan dikirimkan oleh professornya.

Wawancara nya menanyakan tentang:
1. Data diri, nama lengkap, tingkat berapa, jurusan apa, keahlian mu apa, dll
2. Motivasi belajar ke kyushu university
3. Research plan

Aku mengajukan suatu topik baru yang sebenarnya aku juga belum yakin bisa atau ngga. Jadi aku tanya juga apakah professornya punya ide yg lebih baik buat aku kerjakan. Tapi profesornya bilang dia bisa membantu aku dengan ide aku itu. Jadi semoga pilihan research plan aku ini baik baik aja nantinya.

Semua dokumennya aku kirim bulan juni. Mepet sekali dengan deadline nya. Alhamdulillah pos nya juga cepat sampai. Hanya perlu 4 hari saja. Setelah itu proses nya tinggal menunggu…

10 Hal ini Membuat Kamu Jadi Tamu Undangan yang TERHORMAT

Standard

image

Memasuki usia 20an mulai banyak undangan yang kamu dapatkan. Mulai dari undangan sunatan anak tetangga mu, undangan pernikahan teman mu, undangan sunatan anak teman mu, undang undang dasar, dan lainnya.

Setiap undangan yang kamu terima pasti dituliskan KEPADA Yth (YANG TERHORMAT). Namamu tercantum disitu sebagai yang terhormat. Lalu apakah kamu sudah jadi tamu yang terhormat?

Lakukan 10 hal ini agar kamu menjadi tamu yang benar terhormat sehingga si empunya acara tidak menyesal sudah mengundangmu.

image

1. Sabar Saat Antri
Tenang lah saat antri menuju pelaminan pengantin atau saat antri makanan. Beri sedikit jarak dari orang di depan mu. Jangan sampai berdesak desakan. Jika kamu datang ketika antrian sudah sangat panjang sehingga tempat untuk mengantri tidak cukup, lebih baik kamu menunggu di tempat lain hingga antrian berkurang.

Jangan sampai kamu memaksa mengantri tapi malah membuat orang-orang di depan mu terdorong-dorong. Bisa jadi Hal ini bisa membuat chaos yang lebih parah, misalnya karena aksi dorong-dorongan ini, anak balita yang ikut antri menangis karena kepanasan, temanmu menangis karena kakinya terinjak sepatu heels orang lain, ibu-ibu menangis karena kehilangan suaminya, bapak-bapak sih cuek saja pasangannya berganti jadi cewe muda dan mempelai wanita menangisi sanggulnya yang copot. Bahaya kan? membuat tidak nyaman untuk semua orang.
Sabarlah.
Kamu mau memberi selamat, doa dan dukungan untuk temanmu yang akan menempuh hidup barunya, bukan sedang antri sembako.
Sabarlah.

image

2. Jangan memonopoli pengantin saat antrian masih panjang
Sungguh, ketika melihat temanmu sudah ada dipelaminan rasanya kamu juga ikut bahagia, terharu, iri karena gue masih single, tidak percaya kalau teman kecilmu sudah menjadi istri/suami orang. Momen pertemuan dengan mempelai menjadi sangat dramatis. Rasanya kamu ingin berlama-lama untuk mengucapkan sederetan doa dan harapanmu untuk mereka, ingin mengatakan betapa mereka sangat beruntung bisa saling memiliki, ingin mengatakan betapa cantiknya sang istri, ingin foto foto selfie dulu…

Read the rest of this entry

Algoritma Membuat Gelombang Kotak dan Gelombang Sigitiga

Standard

Untuk membuat simulasi gerak gelombang sinusoidal, fungsi yang digunakan hanya satu yaitu
Y(t) = A sin (w.t + fasa awal)
Dengan w = 2*pi*frekuensi gelombang.

Tugas berikutnya membuat gelombang kotak dan segitiga seperti ini

image

image

Untuk gelombang kotak diinginkan simpangannya berbentuk
Y (t) = A      Jika 0 < t < P/2
Y (t) =-A     Jika P/2 < t < P
Dengan P adalah periode gelombang

Untuk gelombang segitiga
Y (t) = ((4A)/P)* t + A    Jika 0 < t < P/2
Y (t) = (-(4A)/P)* (t-P) + A   Jika P/2 < t < P
Persamaan di atas itu dicari dengan menggunakan persamaan garis lurus. Kalau ini sih pasti sudah bisa lah ya…

Nah, masalah berikutnya, bagaimana periodisitas nya? Setelah waktu (t) melebihi periode (P), apa yang harus dilakukan? Masa rumus di atas harus terus ditulis ulang dengan batas yang berbeda?

Algoritma untuk membuat gelombang kotak itu aku tuliskan dalam bentuk flowchart seperti ini

image

Untuk gelombang segitiga mirip sih, cuma beda dikit di perumusan simpangannya,

image

Di flowchart itu, ada tHitung=t%P.
Maksudnya apa?

Belajar dulu sedikit tentang operator % (modulo)
Operator modulo itu salah satu opertor untuk angka, selain penjumlahan, penguranga, perkalian, pembagian dll.
Contoh nya gini

5 + 2 = 7
5 – 2 = 3
5 * 2 = 10
5 / 2 = 2.5
5 % 2 = 1

Kok bisa hasil 5 % 2 = 1?
Operator modulo itu mengeluarkan hasil “sisa pembagian” dari bilangan bulat.
5 = (2 * 2) + 1
Maka 5%2 = 1.

Operator modulo ini yang kita manfaatkan untuk melakukan periodisitas pada gelombang tadi.

t = ( P * n ) + tHitung
Untuk gelombang ke-n.
Maka dituliskan tHitung = t % P
Dengan cara ini, tHitung selalu bernilai antara 0 sampai P. Setelah itu barulah digunakan persamaan garis yang sudah ditentukan…

Itu ide sederhanya nya….

Ada ide lain?
Ada yang lebih sederhana?
Silahkan dikomentari apa ada yang kurang atau ada yang salah.

Selamat mencoba ^.^